Cute Blue Pencil

Sunday, June 23, 2013

Surat Kecil Untuk Tuhan

Seperti malam yang kehilangan bintangnya, seperti mawar tanpa keindahannya, itulah hidup ku. hidupku seperti puzzle yang telah tercerai berai namun tak bisa bersatu karena ada satu potong yang hilang, dan itu adalah cinta.
                Bagi sebagian orang mudah baginya untuk mendapatkan cintanya, hanya datang ke salah satu gang di daerah Yogyakarta, mereka akan mudah mendapatkan cintanya walau hanya sekedar cinta satu malam. Tapi kata mudah tidak bisa disematkan dalam diriku. Jangankan untuk berkenalan dengan cinta, bertemu dengannya pun aku belum.
               
Aku merasa bahwa aku adalah lelaki yang tak bisa berdiri tegap untuk menyongsong hari. Hingga setua ini sulit bagiku untuk menarik hati perempuan untuk singgah dihatiku, jangankan untuk singgah, menoleh saja mereka enggan.
                Tuhan, aku tau Engkau maha adil dan aku tau Engkau pasti sudah menyiapkan seorang kekasih untukku, entah itu nantinya adalah wanita atau mungkin laki-laki. Namun aku mulai takut dan curiga jangan-jangan Engkau lupa menuliskan nama jodohku dalam buku takdir yang telah Engkau tentukan skenarionya untukku.
                Setiap malam bahkan setiap detik, aku menangis dalam hati meratapi apa yang menghinggapi takdirku. Menjadi jomblo sejati sebenarnya bukanlah hal yang aku mau. Aku punya cita-cita yang tinggi yaitu minimal seumur hidup bisa mempunyai pacar minimal 1 dan semoga aku tidak sama dengan temanku yang selama 20 tahun masih sering terjatuh, #hendyguntursaputra.
                Dan Tuhan, kini aku telah menuliskan sebuah surat yang kutulis dengan tinta air mata, ditulis dengan bulu sayap malaikat dan digoreskan diatas kertas putih hatiku. Terimalah doa ku yang ku tuliskan dalam surat kecil ini untuk-Mu.

Dear, Tuhan

                Saya yang bertandatangan dibawah ini,

                Nama    : Bagus Ichsantiarno
                NIM       : 7211411087

                Dengan ini menyatakan ingin segera menemukan pelabuhan hati yang tak kunjung didapat hingga aku harus terus berlayar tak tentu arah, tersesat dan tak tau arah jalan pulang. Jika lah Engkau berkenan, semoga aku bisa menemukan jodohku tepat di ultah ku yang ke 17, walaupun sekarang umur ku sudah 20 tahun.
                Dengan segala ketulusan dan keikhlasan, kabulkan lah doa yang kusampaikan melalui surat kecil ini. Aku akan menerima dengan senang hati siapapun jodoh yang nantinya kau berikan kepadaku. Dan untuk jodohku yang saat ini sedang bersama orang lain, baik-baik ya di sana, jangan nakal aku akan selalu siap menunggu jandamu selama bendera kuning belum berkibar. Dan untuk siapa saja yang sedang bersama jodohku, tolong jagain dia untukku ya.

                                                                                                     Purwodadi, 24 Juni 2013
                                                                                                         Dengan penuh cinta




                                                                                                           Bagus Ichsantiarno