BBM naik yaa ? Aduh pastinya kalian pada kecewa, kenapa
harus naik. Harga 4.500/liter aja kayaknya udah berat, malah sekarang dinaikkan
jadi 6.500/liter. Yaa mau gimana lagi APBN kita terus defisit gara gara subsidi
BBM (sebenarnya gak terus sih hehee), emang sih pengeluaran terbesar APBN kita
bukan buat subsidi BBM tapi buat Belanja Pegawai. Menurutku sih pemerintah udah
baik lho harusnya BBM di Indonesia ini harganya 9.000-9.500 perliternya tapi
sekarang kita cuma disuruh bayar 6.500/liter, Masih ngeluh ? Coba liat saudara
kita di Papua mereka sudah sering beli BBM dikisaran harga 18.000 untuk 1 liter
bensin, itu pun kalo stok BBM mencukupi. Kalo sedang langka harganya mencapai
70.000 perliternya cuy. Hebatnya mereka nggak ngeluh yang penting stok BBM
mencukupi sehingga aktivitas mereka nggak terganggu.
Apa sih efeknya setelah kenaikan harga BBM ? Yang pasti
inflasi, jelaslah wajar harga kebutuhan pokok pasti akan naik. Ditambah inflasi
tahunan menjelang bulan Puasa dan Lebaran makin nggak karuan tu harganya. Tapi
nggak papa ini buat kebaikan negara kita Indonesia tercinta, coba bayangkan
jika dana subsidi dari tahun 2008 itu dialihkan untuk subsidi di sektor
pertanian misal : subsidi pupuk, bibit tanaman dan lainnya mungkin akan lebih
bermanfaat, yaa mungkin aja sih hehee. Memberikan subsidi disektor pertanian
menurut saya lebih efektif ketimbang subsidi BBM, kenapa ? Dengan memberi
subsidi ke sektor pertanian itu efek yang dirasa akan lama atau jangka panjang
tp juga perlu proses yang tidak instan.
Misal dengan memberi subsidi pupuk dan bibit tanaman,
para petani bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah dan dengan modal
yang sama mereka bisa mendapatkan lebih banyak bibit dan pupuk. Dengan demikian
sesuai dengan hukum pewaran semakin banyak barang (komoditi) yang ditawarkan
maka semakin rendah harganya. Seorang petani sebelum disubsidi hanya bisa
menghasilkan 100kg padi (ini misal aja yaa) namun setelah disubsidi mereka bisa
menghasilkan 150kg atau lebih (ini juga misal aja yaa). Sekarang harga beras
sekitar Rp 8.000/kg namun jika subsidi ke sektor pertanian dilakukan sudah
sejak dulu mungkin harganya gak akan nyampe segitu (sekali lagi ini mungkin
aja). Okee ini sedikit tulisan yang nggak harus dibaca dan semoga bermanfaat.