Cute Blue Pencil

Monday, June 24, 2013

Enam Ribu Lima Ratus Rupiah


          BBM naik yaa ? Aduh pastinya kalian pada kecewa, kenapa harus naik. Harga 4.500/liter aja kayaknya udah berat, malah sekarang dinaikkan jadi 6.500/liter. Yaa mau gimana lagi APBN kita terus defisit gara gara subsidi BBM (sebenarnya gak terus sih hehee), emang sih pengeluaran terbesar APBN kita bukan buat subsidi BBM tapi buat Belanja Pegawai. Menurutku sih pemerintah udah baik lho harusnya BBM di Indonesia ini harganya 9.000-9.500 perliternya tapi sekarang kita cuma disuruh bayar 6.500/liter, Masih ngeluh ? Coba liat saudara kita di Papua mereka sudah sering beli BBM dikisaran harga 18.000 untuk 1 liter bensin, itu pun kalo stok BBM mencukupi. Kalo sedang langka harganya mencapai 70.000 perliternya cuy. Hebatnya mereka nggak ngeluh yang penting stok BBM mencukupi sehingga aktivitas mereka nggak terganggu.

            Apa sih efeknya setelah kenaikan harga BBM ? Yang pasti inflasi, jelaslah wajar harga kebutuhan pokok pasti akan naik. Ditambah inflasi tahunan menjelang bulan Puasa dan Lebaran makin nggak karuan tu harganya. Tapi nggak papa ini buat kebaikan negara kita Indonesia tercinta, coba bayangkan jika dana subsidi dari tahun 2008 itu dialihkan untuk subsidi di sektor pertanian misal : subsidi pupuk, bibit tanaman dan lainnya mungkin akan lebih bermanfaat, yaa mungkin aja sih hehee. Memberikan subsidi disektor pertanian menurut saya lebih efektif ketimbang subsidi BBM, kenapa ? Dengan memberi subsidi ke sektor pertanian itu efek yang dirasa akan lama atau jangka panjang tp juga perlu proses yang tidak instan.
            Misal dengan memberi subsidi pupuk dan bibit tanaman, para petani bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah dan dengan modal yang sama mereka bisa mendapatkan lebih banyak bibit dan pupuk. Dengan demikian sesuai dengan hukum pewaran semakin banyak barang (komoditi) yang ditawarkan maka semakin rendah harganya. Seorang petani sebelum disubsidi hanya bisa menghasilkan 100kg padi (ini misal aja yaa) namun setelah disubsidi mereka bisa menghasilkan 150kg atau lebih (ini juga misal aja yaa). Sekarang harga beras sekitar Rp 8.000/kg namun jika subsidi ke sektor pertanian dilakukan sudah sejak dulu mungkin harganya gak akan nyampe segitu (sekali lagi ini mungkin aja). Okee ini sedikit tulisan yang nggak harus dibaca dan semoga bermanfaat.