Semarang-
26 Mei 2013 provinsi Jawa Tengah baru saja melakukan pesta demo masak *eh
salah, maksudnya pesta demokrasi*, yaitu pemilihan Gubernur untuk periode
2013-2018. Melalui PILGUB ini warga Jawa Tengah bisa menentukan pilihannya
untuk membuat Jawa Tengah menjadi provinsi yang aman, damai, sejahtera, sehat
jasmani dan rohani.
Gegap
gempita pesta demo crazy juga sedang dirasakan oleh warga Akuntansi B 2011 yang
membentang dari Aceh hingga Tuban. Hal ini berkaitan dengan pemilihan Komting
untuk periode 2013-2014. Dan aroma panas persaingan antar kandidat sudah mulai
tercium walaupun secara resmi pemilihan ini akan digelar tanggal 19 Juli 2013.
Menurut
data yang diperoleh dari ketua Komisi Pemilihan Umum, saudara Gufron Santosa,
dalam pemilihan komting kali ini di ikuti oleh 3 kandidat yang didukung oleh
partainya masing-masing.
“untuk
pemilihan komting tahun ini, ada 3 kandidat yang akan bersaing memperebutkan kursi
sebagai komting, dan tidak ada calon dari Independent”, ujar Gufron dalam
wawancara beberapa tahun kemudian .
Berikut
adalah Foto kandidat komting Akuntansi B 2011, untuk periode 2013-2014
Ada
hal menarik dalam pemilihan komting tahun ini, dimana komting sebelumnya Falah
Bilayudha kembali maju dalam pemilihan komting kali ini *mungkin dia gila
jabatan dan haus akan kekuasaan*. Tapi kali ini Yudha menggandeng Dedi Kasiono
sebagai wakilnya. Pasangan Falah Bilayudha-Dedi Kasional (BEKAS), mengusung
slogan “Bali Kos, Dadi Ndeso”
Pakar
politik Akuntansi B 2011, Barkah Rian Satriadi berpendapat bahwa, terpilihnya
Dedi sebagai wakil adalah strategi Yudha untuk mendapatkan dukungan dari warga
pulau Jawa yang merupakan mayoritas di kelompok ini. Sebagaimana yang kita tahu
bahwa Yudha adalah satu-satunya calon komting yang berasal dari luar Jawa.
Keberadaan Dedi sebagai orang Jawa dan juga ketua Ikatan Jomblo Akuntansi B,
diharapkan mampu meningkatkan jumlah perolehan suara Yudha nantinya.
Selain
itu, pasangan nomor urut 1, Hendy Guntur Saputra-Maulana Dhanurista (HEMAT)
yang didukung oleh Partai Ketela Pohon mengusung slogan “Akuntansi Move On”.
Pasangan ini juga patut diperhitungkan. Hendi yang merupakan mantan Gubernur
Studi Kelayakan Bisnis memiliki tingkat elektabilitas yang hampir setara dengan
pasangan nomor urut 2, BEKAS.
Pada
pemilihan komting kali ini, Hendy menggandeng Danu sebagai waklinya. Hal ini
menurut pakar Hubungan Percintaan, Wingkan Pambudi, berpendapat bahwa ini
dilakukan berkaca pada pemilihan komting sebelumnya dimana selalu dimenangkan
oleh orang luar Jawa, walaupun pada dua kali pemilihan sebelumnya tidak
dilakukan pemilihan. Namun hal ini tampaknya diperhatikan oleh Hendy hingga
akhirnya memutuskan menggandeng Danu yang diharapkan mampu mengambil suara dari
warga Akuntansi B yang berasal dari luar Jawa. Selain itu Dhanu yang juga
merupakan aktifis GAM (Gerakan Aceh Move on) pastinya mempunyai pengikut yang
cukup banyak.
Sementara
itu, pasangan terakhir yang akan ikut bertarung dalam pemilihan komting kali
ini adalah pasangan Eko Adi Saputro-Ilham Masrurun (KOLAM), pasangan yang
didukung oleh Partai Sapi, mengusung slogan, “Mesti Ngapusi Mesti Korupsi”.
Pasangan ini tidak pernah diperkirakan akan ikut bersaing, karena menurut
survey yang sempat dilakukan, elektabilitas pasangan ini cukup jauh lebih
rendah dari pasangan lainnya.
Namun
menurut pakar Ilmu Perdangangan, Ardik Rahmat Kurniawan, pasangan ini hanyalah
dijadikan sebagai strategi oleh pasangan nomor 2, BEKAS untuk memecah suara ke
pasangan nomor 1 HEMAT.
Sedangkan
pendapat berbeda di lontarkan pakar Komunikasi dan Informasi, Andreas Nova.
“Saya
rasa langkah Eko untuk menggandeng Ilham sangat tepat, Ilham yang merupakan
mantan cover boy majalah Hidayah (edisi, Maret 1990) di yakini memiliki
popularitas cukup baik terutama dikalangan kaum hawa, dan juga saat ini Ilham
menjabat sebagai Gubernur Ekonomi Syariah”, ujar Andreas.
Patut
dinanti bagaimana nantinya ketiga pasangan ini melakukan strateginya untuk
menggaet para pemilih. Namun yang kita harapkan, siapapn yang nantinya terpilih
sebagai komting, dia harus mampu menjadikan keluarga besar Akuntansi B menjadi
keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah, amiin.
Berikut
akan kami sampaikan sedikit mengenai jati diri dari 3 pasang calon ini, Cekidot
:
1. Hendy Guntur Saputra
TTL :
Tegal, 25 Mei 1993
Hobi : Nungguin
SMS mantan, *walaupun gak punya mantan*
Prestasi :
Bayi Sehat Kabupaten Tegal
Riwayat Pendidikan : Nyaris
tamat SD
Maulana Dhanurista
TTL : Aceh,
30 Juni 1993
Hobi : Tidak
melakukan apa-apa
Prestasi :
Lomba tidak melakukan apa-apa tingkat nasional
Riwayat Pendidikan : Belum
sempat S2
Visi : Mewujudkan Akuntansi yang Move On
Misi : Mengikuti takdir Tuhan
2. Falah Bilayudha
TTL :
Tanjungpandan, 10 Agustus 1993
Hobi :
Stalking twitter mantan
Prestasi :
Pemenang kontes tatap menatap di Olimpiade 1992
Riwayat Pendidikan : Gagal masuk
TK
Dedi Kasiono
TTL :
Purworejo, 11 April 1993
Hobi :
ngarepin mantan
Prestasi :
Galau terlama se Asean
Riwayat Pendidikan : Hampir
sekolah
Visi :
Mewujudkan Akuntansi yang bermartabak (tak ada kesalahan penulisan)
Misi :
Mengikuti kata hati, karena hati tak pernah bohong
3. Eko Adi Saputro
TTL :
Temanggung, *untuk waktunya masih menunggu keputusan dari rapat isbat MUI*
Hobi :
Memancing *emosi*
Prestasi :
Anak teladan versi orang tuanya sendiri
Riwayat Pendidikan : Belum cukup
umur
Ilham Masrurun
TTL : Wonosobo, 29 September 1992
Hobi : bolak balik toilet
Prestasi : Menjomblo terlama
Riwayat pendidikan : Menolak
disekolahkan
Visi : Menciptakan Akuntansi yang sederajat
(lintang utara dan lintang selatan)
Misi : Dari kalian, oleh kalian dan untuk kami







