Cute Blue Pencil

Saturday, June 15, 2013

Ayah Mengapa Aku Berbeda ?

                               Aku tak tau bagaimana harus ku memulai cerita ini. Mungkin pertama ada baiknya aku memperkanalkan diri, namun mungkin aku tak akan menyebutkan nama asli ku disini. Aku Dedi Kasiono (jangan berpikir ini nama asli, walaupun ini memang nama asli), usia ku 20 tahun, dengan perawakan nyaris tampan dan sedikit melambai.
                Ayah ku pernah mengatakan dulu waktu ibu ku masih mengandung, ibu menginginkan mempunyai anak perempuan, sehingga waktu aku terlahir ke dunia ini ibu lebih sering memperlakukan aku sebagai anak perempuan. Hanya Ayah saja yang selalu mendukung ku sebagai anak laki-laki.
                Hingga saat aku dewasa kini, hidupku masih belum membaik dari hal-hal buruk yang mengikuti ku. Cinta sulit datang kepada ku, bahkan saat aku meyakini bahwa cinta telah datang, justru cinta itu tiba-tiba pergi tanpa permisi.
               
foto diatas memperlihatkan Dedi yang dijauhi teman-temannya
Jangankan untuk cinta, untuk mendapatkan sahabat pun aku sulit. Banyak teman-teman ku yang menjauhi aku. Aku pun sedikit heran dengan perlakuan mereka yang menjauhi aku. Apakah aku berbeda dengan mereka ?
                Setiap malam aku menangisi  keterpurukan yang terus menyelimuti hari ku,aku bingung, aku galau. Jika aku berkaca, aku rasa tak ada yang berbeda dari ku dengan teman-teman ku yang lain. Ayah ku juga mengatakan bahwa tak ada yang berbeda dengan ku, bahkan aku adalah anak yang istimewa.
                Ayah selalu menghibur ku di saat aku bersedih, dia lah malaikat yang dikirimkan Tuhan kepada ku selain juga Ibuku. Bahkan saat aku baru saja diputusin dari pacar ku yang terakhir (aku yakin kalian tau siapa orangnya), Ayah dan Ibuku lah yang selalu ada disampingku. Semantara itu tak ada satupun teman yang datang untuk menghiburku.
                Teman-teman ku tak pernah menganggap kehadiranku di dunia ini. Aku selalu dikucilkan, di caci maki, bahkan mereka tak segan melempar ku dengan batu hanya karena aku ingin berkumpul dengan mereka. Apa dosa ku Tuhan ? kalau memang aku punya dosa besar, tolong maafin Dedi ya Allah. Bundadari, bantuin Dedi melewati hari-hari.
                Aku mendamabakan memiliki wanita yang bisa menerima perbedaan ku yang selalu membuatku dijauhi dari teman-temanku, dan aku berharap cinta itu adalah kamu. Namun aku harus selalu tegar dan jangan menangis, karena akan selalu ada Ayah ku yang tak pernah henti mneghiburku dan menghapus air mata ku saat aku bersedih. Terima kasih Ayah.


*cerita diatas hanyalah fiktif belaka (atau mungkin aja emang nyata),, tapi yang jelas ini hanya untuk humor semata*