Cute Blue Pencil

Thursday, February 20, 2014

Menembus Batas Part 1

Konichiwa, hola para pembaca blog yang uda mulai usang gak ke urus lagi. Mungkin ini karena para penulisnya mulai sok disibukkan dengan merenungkan status mereka yang gak pernah bisa merangkak dari jurang kejombloan.
                Untuk menyambut kembalinya diurus blog usang ini, penulis akan mencoba mengisahkan sebuah perjalanan yang dilakukan oleh sebagian member AKB48, eh maaf maksudnya AKTB 11. Perjalanan ini adalah perjalanan untuk mencoba menaklukan puncak tertinggi di Semarang (mungkin), yaitu gunung ungaran.
                Perjalanan ini sendiri dilakukan oleh 19 anak tak berdosa, yaitu Mansur, Ilham, Yudha, Bagus, Mamet, Dedi, Danu, Ketchap, Friko, Barkah, Wingkan, Ongki, Garuda, Tignya, Arga, Ghani, Hesti, Nana, Zayyi. Mungkin diantara 57 orang member AKTB 11, hanya mereka lah yang kurang kerjaan.
                Seingat penulis, penggagas kegiatan ini adalah Dedi yang emang uda makan banyak abu vulkanik (dibaca : uda sering naik “gunung”). Kegiatan yang awalnya hanya akan diikuti para perjaka ternyata juga menarik minat para perawan AKTB 11.
Perjalanan ini seingat penulis dilaksanakan pada hari jumat, sore. Saat itu sekitar pukul 15.00 WIB, semua personil sudah bersiap berangkat dari Istana megah (dibaca : kontrakan) dengan segala perlengkapan yang dibutuhkan. Dan pukul 15.33 WIB berangkatlah kita dengan diawali doa bersama meminta keselamatan, perlindungan, dan jodoh tentunya.
Dan pukul 17.01 WIB sampailah kita di tempat parkir kendaraan yang berada di sidomukti. Sebelum memulai perjalanan panjang dan melelahkan, tak lupa tentunya kita foto-foto dulu mengabadikan momen yang tak kan terlupakan seperti kenangan penulis dengan mbaknya. Dan ini lah penampakan mereka yang sedang mencari identitas diri.



Oke, mulai lah kita melangkahkan kaki demi kaki menuju altar kemegahan (dibaca : puncak gunung). Kita memang sengaja berangkat sore agar kita gak perlu berangkat pagi (kayaknya gak nyambung ya ?). sekitar 30 menit perjalanan, kita berhenti sejenak di sebuah air terjun kecil, untuk sekedar melepas kepenatan dan juga melaksanakan sholat maghrib, weis alim kan kita, di saat kayak gini aja masih tetapa sholat (padahal kalo di kos gak pernah sama sekali).
Setelah dirasa cukup, mulailah kita melanjutkan kembali perjalanan ini. Karna saat kita mendaki, keadaan sekitar uda mulai gelap sehingga kita gak bisa menikmati pemandangan sekitar. Dan menurut penulis, perjalanan menuju puncak ini dibagi jadi 3, 1/3nya melewati semacam hutan, 1/3nya melewati kebun the, dan 1/3 akhir baru benar-benar mendaki, karena jalanan yang emang gak semulus paha Nabilah JKT48. Banyak bebatuan dan hambatan seperti kisah cintaku yang penuh dengan hambatan.
Disaat yang lain dengan penuh hati-hati mendaki bebatuan, ada satu orang anak yang dengan lincahnya lompat kesana kemari tanpa memikirkan masih ada hari esok, dan kalian tentu tau siapa orangnya, ya, dia adalah Ilham.
Setelah melewati perjalanan sekitar 4 jam, sampai juga kita akhirnya dipuncak tertinggi Ungaran. Segeralah kita bergegas membangun pondok peristirahatan (dibaca : tenda usang). 3 tenda pun selesai dibangun dengan kerjasama semua tim.
Tiba lah saatnya beristirahat, melepas kepenatan untuk sebuah perjalanan yang benar-benar menguras tenaga. Namun tak semuanya berada di tenda, sebagian lagi berada di luar tenda membuat perapian untuk menghangatkan diri. Kondisi pegunungan yang memang sangat dingin tentu sedikit menyiksa, sudah cukup selama ini hati ku tersiksa dengan menunggu mbaknya.
Disaat kita sedang mencoba memenjamkan mata untuk beristirahat, terdengar sebuah harmoni musical yang sangat indah (dibaca : suara bagus yang ngorok), selain itu juga ada gesekan-gesekan merdu dari mulut musisi kita yaitu friko.
Sementara diluar tenda, sebagian anak lainnya sedang membuat perapian sembari bikin minuman hangat. Hingga sesuatu yang menggemparkan terjadi, sebuah ledakan dahsyat (dibaca : telor meletus) mengagetkan sebagian pemuncak lainnya yang berada disekitar kami dan itu mengundang tawa dari semuanya.
Beranjak sekitar pukul 3 pagi sebuah keadaan kurang menyenangkan terjadi. Muncul dari kegelapan, sekelompok anak-anak SMA pembawa keributan berdatangan. Puncak yang awalnya begitu tenang dan sunyi mendadak menjadi seperti pasar malam. Jumlah mereka yang sekitar 100 orang mengurangi kesyahduan malam ini.
Akhirnya saat yang ditunggu tiba, sun rise yang menjadi pemandangan yang paling dinanti semua pemuncak mulai menampakkan dirinya. Tentunya kesempatan langkah ini tak mau dilewatkan begitu saja, mulai lah jempretan demi jempretan kamera mengisi kegiatan kami menikmati sunrise.
Ada satu momen yang menarik dan mungkin membuat sebagian dari kami iri, yaitu kami berusaha membuat jempretan untuk teman kami yang sebentar lagi berulang tahun, yaitu Ilham. Dan ntah dia emang gak tau atau mungkin dia begok, dia gak menyadari apa yang kami lakukan tepat dibelakangnya. Dan ini beberapa momen yang berhasil ditangkap lensa kamera langsung dari puncak ungaran



Setelah puas mengabadikan momen pagi di puncak ungaran, kami mulai mengemasi semua barang-barang kami dan bergegas untuk kembali pulang menikmati empuknya kasur kos. Agak sedikit malas sebenarnya untuk memulai kembali perjalanan yang panjang dan melelahkan ini.
Di perjalanan pulang ini lah kami bisa menikmati pemandangan yang gak bisa kami nikmati saat kami berangkat. Suasana gunung yang sangat luar biasa. Angin yang berhembus semilir semakin  menambah ke indahan pagi ini.
Namun, ditengah semua keindahan selama perjalanan pulang, tetap saja muncul kejadian yang tak mengenakkan, dan lagi-lagi pelakunya adalah Ilham. Mendadak ia membuat pernyataan yang menggagetkan semua, dia mendadak pengen boker. Ya Allah, ni anak aneh-aneh aja kerjaannya. Emang si kebelet boker tu ibarat sebuah rindu, kadang datang disaat yang tak di inginkan.
Selepas dari peristiwa yang gak perlu dikenang itu, perjalanan pulang berjalan cukup lancer, terkecuali untuk Danu. Ntah kenapa dia sangat sering sekali terjatuh, mungkin kalo kalian ingat pemeran Ian dalam film 5cm, danu sepertinya sangat tepat untuk menggambarkan sosok Ian dalam perjalanan kali ini.
Alhamdulillah perjalanan ini akhirnya berakhir dengan lancer tanpa kurang satu apa pun. Semuanya berada dalam kondisi sehat dan siap untuk kembali menjalani rutinitas kampus yang membosankan. Dan serasa cukup untuk cerita kita kali ini. Semoga nantinya akan ada perjalanan menakjubkan lainnya dan diharapkan semua member AKTB 11 bisa mengikutinya.

Dan dengan segala hormat dan gak perlu berpanjang lebar lagi, karna kalo kepanjangan kasian ceweknya dan kalo kepanjangan kasian cowoknya. Akhir kata Assalamualaiku Warahmatullah hi wabarokatuh.